10 Lagu Romantis Dari Lelaki Untuk Perempuan Tersayang

source: kamehame902.blogspot.co.id

Selamat malam, Gaes. Barangkali, sudah cukup lama saya tidak menulis artikel tentang musik atau lagu-lagu romantis. Nah, kali ini saya kembali lagi menulis artikel tentang tema musik. Terutama buat kalian laki-laki yang ingin menyanyikan sebuah lagu kepada perempuan yang kalian sayangi. Sebenarnya ada banyak lagu romantis, namun lagu-lagu di bawah ini adalah lagu-lagu yang memang liriknya ngena banget buat si doi.

1. Aku Lelakimu – Virzha


Di urutan pertama saya memilih lagu dari Virzha karena lagu ini dari judulnya saja sudah menggambarkan ketegasan seorang lelaki kepada perempuan yang disayanginya. Lagu ini pertama kali dibawakan oleh Anang Hermansyah dan dipopulerkan oleh Virzha. Lagu ini menceritakan tentang seorang lelaki yang akan selalu menjadi tempat sandaran ketika perempuan yang disayanginya menangis atau bersedih hati. Salah satu lirik yang menurut paling ngena di lagu ini “Akulah yang tetap memelukmu erat saat kau berpikir mungkinkah berpaling”

2. Dealova – Once


Lagu ini merupakan sebuah lagu yang dijadikan salah satu soundtrack film dengan judul yang sama. Lirik demi lirik dalam lagu ini terdengar sangat puitis. Tentang rasa cintanya yang teramat dalam terhadap perempuan yang disayanginya. Ia merasa sepi dan dirantai waktu ketika kekasihnya tak ada di sampingnya.

3. Tercipta Untukku – Ungu


Lagu ini merupakan lagu yang menurut saya sangat romantis dan nadanya sedih banget. Si lelaki memang tak mampu mengucapkan banyak kata kepada perempuan tersayang. Namun, jauh dari lubuk hatinya ia percaya bahwa orang yang disayanginya diciptakan Tuhan untuk dia seorang.

4. Hal Terindah – Seventeen


Tak ada yang lebih indah dalam hidup selain duduk bersama perempuan yang kita sayangi. Nah, Seventeen ingin menyampaikan pesan itu lewat lagu ini. Lagu ini enak didengar dan pas banget untuk dinyanyikan kepada dia agar dia semakin sayang ke kalian, Bro.

5. Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan – Payung Teduh


Dari judulnya saja sudah greget apalagi makna dari lirik lagu ini. Lagu ini merupakan lagu yang cukup populer sekaligus lagu favorit saya. Karena lagu ini pernah mengabadikan momen-momen kebersamaan saya dengan seseorang pada waktu itu. Alunan nada dari lagu ini sungguh melow banget dan liriknya lumayan puitis. Lirik yang paling saya suka dari lagu ini adalah “Hanya ada sedikit bintang malam ini. Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya”

6. Tak Bisa ke Lain Hati – Kla Project


Ini adalah lagu lama tapi masih enak didengarkan kapan saja. Salah satu lagu andalan dari Kla Project yang tentu tak kalah romantis dengan lagu-lagu lainnya. Apabila kalian menyanyikan lagu ini khusus untuk perempuan yang kalian sayangi, pasti dia akan lebih yakin dengan kesungguhan kalian.

7. Takkan Terganti – Kahitna


Lagu-lagu dari Kahitna selalu mengusung tema cinta dengan kekhasannya. Salah satu lagu mereka yang sangat pas dan romantis adalah lagu ini. Lagu ini secara garis besar menjelaskan bahwa sosok perempuan yang dia sayangi tidak akan pernah terganti dalam hatinya. Tak peduli waktu datang dan berlalu begitu saja.

8. Doaku Untumu Sayang – Wali


Dalam lagu ini diceritakan bahwa si lelaki begitu mencintai kekasihnya. Ia rela melakukan apapun demi perempuan yang disayanginya. Setiap malam ia selalu mendoakan yang terbaik untuk kekasihnya. Sungguh romantis bukan.

9. Untukku – Chrisye


Selanjutnya ada lagu dari Alm. Chrisye yang juga bisa kalian nyanyikan untuk perempuan yang kalian sayangi. Tak peduli seberapa jauh ia melangkah, bayangan dari kekasihnya selalu menghadir. Ia juga percaya bahwa kekasihnya hanyalah untuknya, tidak untuk lelaki lain.

10. Betapa Aku Mencintaimu – Vagetos


Ini adalah lagu kesepuluh yang bisa kalian nyanyikan untuk si dia. Lagu tentang ketulusan seorang lelaki yang akan selalu mencintai kekasihnya dan berjanji akan selalu membahagiakan perempuan itu dalam suka atau duka.
***

Itu tadi gaes, beberapa lagu yang bisa kalian nyanyikan untuk perempuan yang kalian sayangi. Lagu-lagu di atas merupakan pendapat subjektif penulis, dan tentu masih ada lagu-lagu lain yang tak kalah romantis untuk orang yang kita sayangi. Thanks gaes udah mampir, jangan lupa share jika artikel ini menarik.

Cerpen: Kesipuan

source: id.aliexpress.com

Barangkali, aku terlalu jujur kali ini, tapi tidak apa karena sudah sangat lama aku ingin bercerita tentangnya. Dia adalah perempuan ke-sekian yang pernah kukenal di antara perempuan-perempuan lain. Hanya saja, dia adalah sesosok yang termasuk spesial, yang menurutku berbeda. Seperti ada hal unik yang dia miliki. Perempuan itu bernama Shafira.

Bagaimana caraku menggambarkan parasnya? Tingginya sedang, wajahnya bulat, dia memakai kacamata. Lalu ketika ia melepas kacamata itu, ia terlihat lebih cantik. Tatapannya meneduhkan, seperti ada angin sejuk yang berhembus ketika aku menatapnya. Dan kupikir, sekilas aku menganggapnya seperti masih kekanak-kanakkan. Satu lagi, ia selalu memakai hijab dan gamis yang membuatnya terlihat semakin anggun.

Aku mengenal dia setahun yang lalu, ketika aku masih di semester pertama. Tak ada yang spesial, dia terlihat seperti perempuan biasa. Seperti halnya perempuan yang pernah kuceritakan kemarin yang serupa Pingkan. Namun, dia adalah Pingkan yang berbeda.

Kala itu, aku tengah duduk bersama kawanku di dekat gerbang kampus. Aku membawa selembar poster lomba selaku penunjuk arah tempat lomba. Lalu ia datang, penampilannya waktu itu masih biasa-biasa saja. Aku menjabat tangannya, berkenalan sebatas formalitas. Tak ada basa-basi yang panjang, semua berlalu begitu saja.

Aku jarang bertemu dengan dia. Paling, hanya ketika pergantian jam kuliah. Kadang ketika 
aku keluar kelas, kulihat dia duduk manis bersandar di dinding. Seringkali aku memerhatikannya dalam kurun waktu sepersekian detik, dan kurasa ia juga melihatku yang langsung berlalu begitu saja.

Ada satu alasan mengapa waktu itu aku tak terlalu memerhatikan kehadirannya. Waktu itu, aku tengah menjaga simpul yang telah kuikat dengan seseorang. Aku tak mungkin melepas simpul itu, karena ketika aku berusaha melepasnya, simpul itu kembali erat dengan sendirinya. Lalu, suatu kejadian membuatku harus melepaskan simpul itu dengan berat hati.

Kau tahu bukan, Kawan? Ketika tali simpul telah dilepas, itu artinya aku sudah ibarat layang-layang yang terbang tak tentu arah, bergerak selaras dengan tiupan angin kencang yang mengombang-ambingkanku di langit yang maha luas. Lalu aku teringat perempuan itu. Perempuan bernama Shafira. Aku resah tak tahu arah, aku perlu berlabuh, dan waktu itu dia adalah pilihanku.

Sayangnya, pilihanku barangkali belum benar sepenuhnya. Aku jatuh cinta pada keadaan yang salah. Aku baru tersadar, ia tidak pernah memerhatikanku sekalipun. Dia seperti memalingkan muka ketika bertemu denganku. Aku tidak tahu, apakah dia terlalu malu atau memang enggan menatapku atau barangkali dia memiliki alasan lain.

Genap satu semester aku menyimpan kekaguman untuknya. Rasa kagum itu kadang menyeruak dan kadang membuatku lupa diri. Namun, kadang perasaan itu hambar seperti tak ada satupun celah untukku mengingatnya. Aku sedang dalam batas pencarian, lalu aku menemukan, tapi aku tidak menjatuhkan pilihan. Tetapi, perasaan itu ada walau tidak kentara.

Pernah suatu ketika, aku berpapasan dengan dia di dekat fakultas. Aku ingat, ia tidak berkacamata waktu itu. Kedua mata mungil itu membuat dadaku deg-degan. Aku yakin, kedua mata kita waktu itu bertemu dalam beberapa detik, sebelum dengan cepat ia membuang pandangannya.

Barangkali, aku terlalu takut dengan diriku sendiri. Dia perempuan yang benar-benar menjaga diri. Dari media sosialnya, terliha jelas bahwa dia tak begitu tertarik menjalin hubungan dengan laki-laki. Ia pasti memiliki prinsip, terutama menyangkut masalah agama. Tak mengapa, aku tak berniat memasuki kehidupannya. Aku takut hal itu akan menjadi sebuah kesalahan untukku, lagipula aku belum memiliki kesempatan.

Jeda beberapa waktu, memasuki awal semester ketiga…

Kali ini, semua begitu berbeda. Aku dan dia berada di kelas yang sama dalam suatu mata kuliah tertentu. Aku lebih leluasa untuk bertemu dengannya, meski pun kami masih tidak saling menyapa. Dan aku baru tahu satu hal yang cukup mengejutkan. Dia ternyata kidal. Aku tahu hal itu ketika ia menulis dengan tangan kiri di papan tulis saat kuliah berlangsung. Hal itu bukan sebuah masalah, aku malah lebih kagum dengannya. Tulisannya sangat bagus, ia juga pandai membuat handlettering.

Hari-hari pun berlalu. Aku tengah gugup-gugupnya presentasi di depan kelas. Aku gemetar menjelaskan salah satu materi terkait gramatik yang cukup sulit untuk dipahami. Sedangkan, ibu dosen tengah menatap kelompokku agak tajam dan membuatku semakin menggigil ketakutan. Kegugupan itu membuatku berbicara dengan sangat cepat. Lalu tiba-tiba ia pun membuka suara,

“Bisa kamu jelasin ulang?” katanya agak berbisik lirih kepadaku. Aku tergagap, mendadak aku bodoh dihadapannya. Lalu, aku pun menjawab sekenanya sembari berkata bahwa aku akan menjelaskannya setelah perkuliahan selesai.

Dari kejadian itu, terbesit pemikiran bahwa aku memiliki celah untuk dapat berbicara dengan dia meski hanya sebatas pertemanan belaka.

Ternyata semua itu benar, ia terlihat lebih ramah denganku daripada kemarin-kemarin. Aku pun seringkali menatapnya tanpa sadar. Kadangkala aku bernyanyi tak jelas guna melepas bosan, di samping aku ingin dia mendengarkan lagu yang kusenandungkan. Yang lebih lucu, dia spontan tersipu malu ketika aku menatapnya. Selalu begitu.

“Kamu merokok?” ujarnya tidak percaya sembari menatapku. Aku tak bisa melupakan ekspresi wajahnya yang ragu bercampur kaget karena aku memang suka merokok. Entahlah, barangkali ia jijik dengan lelaki perokok. Aku hanya menjawab seadanya. Ingin kujelaskan detail, alasan mengapa aku merokok, tapi itu tidak penting. Ia tidak memerlukan jawaban dariku waktu itu.

Namun, entah mengapa sikapnya itu mendadak berubah dingin. Atau mungkin dikarenakan sikapku yang memang terkadang cuek dengannya untuk beberapa waktu. Dia seperti ragu menyapaku. Seperti hari kemarin, aku tak sengaja berpapasan dengannya di jalan. Ia tersenyum simpul, lalu berlalu begitu cepat. Aku membalas senyumannya, dan senyuman itu yang membuatku semangat menyelesaikan tulisan serta catatanku kali ini.

Dan ketika aku menulis catatan ini, jelas aku sedang memikirkannya. Aku tak ingin bermelankoli, hanya saja aku merasa perlu untuk bercerita. Entah dia membaca tulisan ini atau tidak, bukan itu hal yang terpenting. Hanya saja, aku ingin membagi kisah pada pencarianku yang masih belum menemukan akhir.

Engkau cantik, bak permata yang rupawan dan tak ternilai.
Sedangkan aku, boleh jadi hanyalah sekeping arang yang rapuh
Malang, 17/11/2017





6 Kegiatan Pemantik Inspirasi

Malem gaes, saya yakin kalian yang mampir ke artikel ini sedang buntu ide atau krisis inspirasi. Memang, kadang ketika kita sedang membutuhkan ide atau inspirasi, malah pikiran kita buntu dan tidak menemukan titik temu. Barangkali, kita terlalu banyak masalah sehingga inspirasi-inspirasi itu tidak kunjung muncul.

Tetapi tenang saja, ini ada beberapa kegiatan yang menurut saya dan cukup ampuh untuk memunculkan inspirasi. Dalam kasus ini, inspirasi saya dalam menulis cerita atau artikel blog.

1. Ngopi


source: abdul-hamid.com

Kopi adalah minuman yang cukup diminati banyak kalangan. Selain murah, kandungan kafein dalam kopi terbukti mampu meningkatkan fokus seseorang. Ketika kita sudah bisa fokus, ide-ide itu akan muncul perlahan dari arah yang tidak akan duga.

Sewaktu menulis, saya selalu menjadikan kopi sebagai minuman wajib. Karena tanpa kopi seperti ada yang kurang ketika menulis. Seperti yang kita tahu, kopi dipercaya banyak orang mampu mendatangkan inspirasi. Selaras dengan idiom yang sering kita dengar di mana-mana yang bunyinya “Inspirasi dalam secangkir kopi”. Maka dari itu, jika kalian kekurangan inspirasi kemungkinan kalian kurang ngopi, Gaes.

2. Mendengarkan Musik

source: merdeka.com

Pikiran yang buntu kemungkinan disebabkan oleh rasa frustasi akan sesuatu. Barangkali, kita terlalu banyak memikirkan hal-hal yang membuat kita tertekan. Alangkah baiknya apabila kita menenangkan diri dengan mendengarkan musik terlebih dahulu. Ada banyak pilihan lagu yang bisa kita dengarkan. Tergantung selera masing-masing. Kalau saya lebih suka lagu pop yang galau dan dangdut yang aduhai.

Kita bisa menikmati sejenak alunan nada dari lagu itu dan merelaksasikan diri. Pelan demi pelan kita lupakan sejenak masalah kita. Biarkan inspirasi-inspirasi itu datang sejalan dengan irama dan nada dari musik yang kalian dengarkan, Gaes.

3. Membaca Buku atau Sejenisnya

source: www.bugarfit.com

Buku adalah jendela dunia. Melalui membaca buku atau bahan bacaan lain. kita akan menemukan pengetahuan-pengetahuan baru yang belum pernah kita kenal selama ini. Barangkali, salah satu penyebab inspirasi itu tidak kunjung muncul adalah kita kekurangan pengetahuan.

Pemikiran kita masih stagnan di satu tempat dan tentunya pemikiran itu butuh asupan-asupan baru yang nanti akan memantik inspirasi itu muncul. Khususnya untuk menulis cerita, kadang saya perlu membaca novel atau cerpen untuk mendapatkan ide baru dan menambah referensi kata.

4. Berdiskusi dengan Teman

source: nurainunmedina.wordpress.com

Salah satu cara yang bisa kita lakukan ketika pikiran kita buntu dan sangat jenuh adalah dengan berdiskusi atau curhat. Kita bisa melakukan diskusi ringan dengan seorang teman sekaligus ajang curhat kita mengenai segala keluh kesah dan masalah kita. Barangkali, masalah-masalah itu yang menjadi penyebab pikiran kita buntu.  

Kadang, dengan berdiskusi atau curhat pikiran kita sedikit lebih lega karena tekanan yang terpendam itu bisa dikeluarkan. Saran dan kritikan dari teman kita juga sangat penting sebagai pembangun dan pemantik inspirasi-inspirasi dari dalam diri kita.

5. Refreshing

source: www.docarehealthproducts.com

Barangkali kita terlalu lelah dengan pekerjaan atau karena terlalu memaksakan diri. Hal itu sadar atau tidak membuat tubuh kita lelah. Kelelahan itulah yang terkadang membuat inspirasi-inspirasi itu terbengkelai. Salah satu solusinya adalah kita harus meluangkan waktu untuk menyegarkan diri sejenak.

Kita harus melepaskan diri dari rutinitas sejenak dengan pergi ke tempat yang sejuk dan nyaman seperti pantai atau taman kota. Ketika pikiran dan tubuh kita sudah fresh, dijamin inspirasi itu akan datang dengan sendirinya.

6. Tidur Nyenyak

source: dagelan.co

Mungkin ini adalah pilihan terakhir dan paling tidak masuk akal ketika beragam cara sudah kita coba dan inspirasi itu tidak kunjung keluar. Akan tetapi, tidur juga bukan pilihan yang buruk. Tidur bisa melepas rasa lelah dan membuat kita lupa sejenak dari masalah-masalah.


Tidur akan lebih baik jika untuk menenangkan pikiran terlebih dahulu. Barangkali, ketika tidur kita akan bermimpi indah. Mimpi-mimpi itulah yang terkadang akan menjadi sumber inspirasi kita, gaes.

Nb: Artikel serupa pernah diterbitkan di Idntimes.com

Prosa: Ketika Mencintaimu Adalah Doa

source: rumahzakat.org

Sunyi itu kembali datang di sudut kosong hatiku. Ini malam, dan aku masih merenung dalam lamunan semuku. Aku mencipta ilusi, mengharapkan kehadiranmu malam ini. Pengharapan-pengharapan itu cukup membuatku tersenyum getir. Karena aku tahu, sungguh sia-sia mencipta khayal di luar nalarku. Seperti kotak mimpi yang terkunci dalam bingkai takdir. Kau senantiasa bergerak ke tempat berbeda, sedangkan aku masih berdiri di tempat yang sama. Lalu, bagaimana mungkin kaki-kaki itu mampu beriringan selangkah dan seirama?

Kekasih, barangkali sudah puluhan sajak puisi yang  kurangkai untukmu. Kau perlu membaca sajak-sajak itu. Sajak-sajak yang tercipta dari rintihan hatiku yang selalu merindukanmu. Aku tak pernah memedulikan malam-malam menjemukan yang selalu mencercaku karena tak mampu mengungkapkan perasaanku kepadamu. Aku pun resah, ketika waktu mengusikku dengan perihal-perihal tentangmu yang memenuhi ingatanku. Pedih yang kian menusuk ulu hati.

Barangkali, aku hanyalah pengecut yang terlalu takut menghadapi kenyataan. Oleh sebab itu, perihalmu hanya mampu kucipta dalam khayalku. Segalanya tentangmu hanya kukeluhkan kepada Tuhan sang pemilik waktu. Kekasih, aku seringkali bercakap-cakap dengan Tuhan melalui sajak yang pernah kurangkai. Sajak-sajak itu adalah kumpulan doa tentangku dan tentangmu. Doa yang senantiasa kupanjatkan ketika malam-malam sepi menjemputku. Meskipun lirih, aku percaya doa itu akan didengar oleh Tuhan serta malaikat-malaikat-Nya yang bercahaya.

Karena aku tahu, ketika mencintaimu adalah doa, segalanya akan berujung indah. Dalam diamku, kau akan mengerti bahwa aku mencintaimu. Doa-doaku akan memenuhi langit dan kau akan menerima firasat dari alam pembawa pesan dari doa-doa itu. Kau akan tahu, hakikat dari rasa yang kusimpan untukmu selama ini.  

20 Puisi Setjangkir Kopi Yang Romantis Untuk Seseorang

Selamat malam gaes, kali ini saya ingin membagikan kumpulan puisi karya Setjangkir Kopi yang romantis dan juga membuat baper. Puisi-puisi di bawah ini ditulis dengan kata-kata yang sangat bagus dan tentunya tidak berlebihan. Kalian juga bisa menemukan kumpulan puisi-puisi menarik lainnya di akun Instagram-nya. Baik, langsung saja ini dia puisi-puisi yang menurut saya paling menarik juga menyentuh.


1. Dengan menulis puisi, kita serasa lebih bersenyawa

2. Puisi untuk kamu dan dia yang sudah saling tidak memberi kabar

3. Melupakan kebiasaan lama memang sulit, terutama tentangmu

4. Harapan semoga kamu masih mengingatku

5. Kamu bisa mencintai segala tentangku

6. Puisi yang menyedihkan untuk dia yang berduka

7. Ini tentang mimpi kita yang tak sampai

8. Semoga kamu bisa menjadi apa yang aku harapkan

9. Tentang kamu yang sebatas singgah

10. Hujan sarat tentangmu dan aku

11. Sungguh sulit dimengerti

12. Sejatinya, aku masih selalu mengenangmu

13. Ungkapkan perasaanmu dengan puisi ini

14. Intinya selalu menyatu dan bersama

15. Maka dari itu, tulislah puisi agar ia abadi

16. Karena melupakanmu tak memerlukan jeda

17. Aku tak ingin melepasmu, karena kita saling membutuhkan

18. Bagi penikmat kopi tentu mengerti

19. Munajatku untukmu ketika sore tiba

20. Sangat sakit melihatmu dengan dia

Sumber: Instagram/@setjangkir.kopi

Cerpen: Penjelma Pingkan

source: id.tubgit.com

Dia terlihat cantik hari ini. Sungguh sangat cantik. Aku duduk di sudut ruangan, menatap layar ponselku lamat-lamat. Tanpa kuduga, ia telah berdiri di hadapanku. Kulihat samar gincunya yang merah jambu pada bibirnya yang tipis, lalu kudengar suaranya yang ramah. Kemudian, dengan lugas, ia pun mulai bercerita kepadaku tentang novel yang kupinjamkan kisaran dua minggu yang lalu.
        
Aku menyimaknya bercerita, sembari kusela terkadang. Ia terpukau dengan kisah cinta Pingkan dan Sarwono. Kawan, kau tahu siapa mereka, bukan? Adalah sepasang kekasih, yang menjalin kasih dalam sebuah novel yang diadaptasi dari puisi karya Sapardi. “Hujan Bulan Juni” judul novel yang membuat kami berdua saling tertarik untuk membacanya kisaran seratus lembar halaman.

Senyumnya membuncah ketika ia dengan lugas bercerita. Tentang sosok Pingkan dan Sarwono yang punya latar berbeda, agama yang tak seiman, dan suku yang tak sama pula. Tetapi, mereka bisa membuat kisah cinta yang menarik untuk para pembaca. Terutama, kata-kata Sapardi yang terkadang tidak kami mengerti namun mampu membius kami. Kata-kata yang sarat akan sastra dengan beragam diksi yang membingungkan namun mengesankan.
            
“Sayangnya, cerita dari novel itu menggantung,” katanya kepadaku sedikit kecewa. Aku tersenyum menatapnya. Pendapatku sejalan dengan pikirannya. Novel itu memang memberikan tanda tanya besar di akhir cerita, seolah ada lanjutan dari kisah cinta mereka berdua.
            
“Kupikir, Sarwono mati di akhir cerita,” kataku pelan. Aku menjelaskan beberapa kata-kata yang mengindikasikan kemungkinan tersebut. Ia sedikit kecewa dengan penuturanku, seolah menyesalkan jika memang Sarwono harus mati. Nyatanya, dalam novel itu Sarwono mengidap paru-paru basah di akhir halaman. Tak ada lanjutan, atau ketegasan pasti. Akan tetapi, dari raut wajahnya aku mampu menangkap bahwa ia mengharapkan akhir yang indah di akhir cerita.
            
Dia masih di hadapanku untuk sementara waktu. Lalu, ia tersenyum lagi sebelum meninggalkan tempatnya. Sempat, aku pernah mendapatinya berkata-kata, tentang anggapan gilanya yang mengumpamakan dirinya seolah Pingkan. Ia menjelma dan mencoba merasuk ke dalam alur cerita. Aku sempat tertawa dalam hati, tapi aku tidak menyangkalnya. Dia memang cantik, barangkali serupa Pingkan. Kupikir, aku bisa menjadikannya naungan hati.
            
Aku terlempar ke masa lalu lagi, ketika pertama kali aku mengenalnya. Kupikir, tak ada yang spesial dari pertemuan itu. Dia hanya perempuan biasa, yang tanpa terduga membuat aku sesaat jatuh cinta. Aku ingat, ia pernah tertawa kecil menatapku dengan tatapan yang berbeda. Di sebuah kali kecil di pedesaan tempat awal perkenalan kami. Namun, aku tak melarutkan perasaan kala itu. Kupikir dia tidak menyukaiku. Aku masih ingat pula, ia sempat memintaku menyanyikan lagu untuknya. Aku tertawa, menatap wajah polosnya. Lalu ia memanahkan senyumannya yang membuat aku kian yakin kepadanya dalam waktu singkat.
           
Sejalan kemudian, aku baru tahu kalau dia suka menulis puisi. Kata-kata yang indah, menurutku. Ia menciptakan puisi yang terkadang tidak aku mengerti satu pun makna dari puisi-puisi itu. Tapi, kata-kata itu indah, seolah memiliki daya magis yang luar biasa yang membawaku masuk ke dunianya. Barangkali, akan menjadi suatu mahakarya yang menakjubkan jika aku membuat sebuah cerita bersamanya. Bagaimana tidak? Tentu, hidupku akan dipenuhi oleh kata-kata. Tentu saja, ia akan selalu berpuisi tanpa kenal lelah.  

Satu lagi yang paling kuingat adalah ketika aku berjalan berdua dengan dia malam itu. Malam setelah acara pentas seni yang di adakan jurusan. Hembusan angin malam kala itu seolah menusuk kulit, juga bintang yang tak tampak karena kalah dengan cahaya lampu perkotaan. Sejatinya, aku berharap malam itu rembulan menyala terang ditemani bintang gemintang yang berpendar. Barangkali, akan terlihat romantis jika waktu itu aku mengungkapkan kata cinta untuknya.  Karena kupikir, dia juga mencintaiku waktu itu. Sungguh, anggapan yang konyol tapi juga membuatku tersenyum sendiri ketika mengingatnya.

Sayangnya, perasaanku untuknya tidak nyata. Perasaan itu sementara, tidak kujadikan ketetapan. Perasaan yang pernah tumbuh itu nyatanya tak bertahan lama. Seperti ada musim lain yang harus merenggutnya.

Dan pada akhirnya, dia bukanlah perempuan yang mampu membuatku menjatuhkan pilihan. Dia hanyalah perempuan ke sekian yang pernah kutemui dan sebatas singgah lalu pergi. Namun, dia harus tahu, jika aku senang mengenalnya dan aku mengagumi kepiawaiannya dalam menulis kata-kata.


Teruntuk dia, perempuan yang menjelma seolah Pingkan.
Malang, 30 Oktober 2017


27 Nama-Nama Warung Ini Sungguh Absurd dan Mengundang Tawa

Hai gaes, orang Indonesia adalah orang-orang yang sangat kreatif dalam hal apapun. Tak terkecuali dalam memberikan nama-nama pada warung. Berikut ini adalah berbagai nama warung yang kocak-kocak dan bikin perut sakit. Cek dimari gaes:

1. Namanya biasa, slogannya yang ngeselin

2. Jadi penasaran dengan makanan yang disajikan

3. Pemiliknya pasti anak-anak Reggae

4. Nama warung ini sungguh Jancuk

5. Jadi takut mau makan di sini

6. Barangkali pemiliknya terinspirasi dari film kartun


7. Semoga memang rasa makanannya sangat uenak


8. Pemiliknya kemungkinan cewek

9. Semoga habis makan di tempat ini hati jadi tentrem


10. Nama satenya ngeri hihi


11. Bayarnya tetap tunai, ya


12. Warung yang mengandung nilai filosofis

13. Sekilas teringat sosial media haha


14. Pemiliknya pasti penggemar MU

15. Paling dia ngefans sama istrinya Ahmad Dhani

16. Asli penggemar Masashi Kishimoto


17. Paling dia habis patah hati lalu membuka warung ini


18. Anjir, pakai bawa-bawa Power Ranger

19. Ya kalau marah pulang

20. Nama Baksonya bikin kesel

21. Penggemarnya Liverpool nih

22. Paling menu disini pedasnya bukan main

23. Ngeri, pelanggannya paling makhluk ghaib

24. Terinspirasi dari teknologi haha

25. Terlalu malas berpikir abangnya

26. Kedai Kopi lokal rasa Internasional kayaknya

27. Singkatannya boleh juga 

Sumber: idntimes, Instagram